Kemendagri dan DPR RI Perkuat Pemberdayaan Ormas di Sukabumi, Ratusan Organisasi Diajak Wujudkan Indonesia Berdikari

Kemendagri dan DPR RI Perkuat Pemberdayaan Ormas di Sukabumi
Kemendagri dan DPR RI Perkuat Pemberdayaan Ormas di Sukabumi (Sumber: Dok. Pribadi)

MUHAMADQLI.COM - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) kembali mendapat perhatian sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program prioritas nasional. Melalui kegiatan Pemberdayaan Ormas melalui Kemitraan dalam Rangka Mendukung Program Prioritas Nasional bersama Anggota Komisi II DPR RI, pemerintah menegaskan pentingnya peran Ormas sebagai penggerak pembangunan, pemberdayaan masyarakat, sekaligus penjaga persatuan bangsa.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026, di Auditorium Hotel Taman Sari, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dihadiri sekitar 100 pengurus organisasi kemasyarakatan dari berbagai latar belakang. Forum ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

Pemberdayaan Ormas Menjadi Pilar Penting Program Prioritas Nasional

Dalam sambutan pembuka, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat, Rumondang Rumapea, S.A.P., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi berbagai program prioritas nasional hingga ke tingkat masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai momentum refleksi mengenai sejauh mana organisasi kemasyarakatan telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah maupun nasional. Dengan jumlah Ormas yang terus bertambah, setiap organisasi diharapkan mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Kemendagri: Indonesia Memiliki Lebih dari 663 Ribu Organisasi Kemasyarakatan

Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri, Wahyu Chandra Kusuma, M.Hum.
Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri, Wahyu Chandra Kusuma, M.Hum.

Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri, Wahyu Chandra Kusuma, M.Hum., mengungkapkan bahwa jumlah organisasi kemasyarakatan di Indonesia saat ini mencapai sekitar 663.000 Ormas. Khusus di Provinsi Jawa Barat, tercatat sekitar 123.000 organisasi telah terdaftar di Kementerian Hukum.

Sementara itu, di wilayah Sukabumi sendiri terdapat 666 Ormas di Kabupaten Sukabumi dan 249 Ormas di Kota Sukabumi. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung berbagai kebijakan nasional.

Menurut Wahyu Chandra Kusuma, keberadaan Ormas yang sangat banyak bukan sekadar angka statistik, tetapi merupakan kekuatan sosial yang apabila dikelola dengan baik akan mampu memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa.

Semangat Berdikari Kembali Ditekankan dalam Pemberdayaan Ormas

Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Chandra Kusuma juga mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai luhur bangsa yang telah diwariskan oleh para pendiri negara. Ia mengutip pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang menyampaikan bahwa mahkota kemerdekaan bukanlah sekadar menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, melainkan kemampuan sebuah bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.

Semangat berdikari tersebut dinilai masih sangat relevan dengan arah pembangunan Indonesia saat ini. Pemerintah terus mendorong berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemandirian bangsa, baik di bidang ekonomi, ketahanan pangan, pembangunan desa, maupun pemberdayaan masyarakat. Organisasi kemasyarakatan diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

DPR RI: Sukabumi Memiliki Posisi Strategis dalam Implementasi Kebijakan Nasional

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Heri Gunawan, S.E., M.M., M.A.P.,
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Heri Gunawan, S.E., M.M., M.A.P.,

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Heri Gunawan, S.E., M.M., M.A.P., menjelaskan bahwa Sukabumi memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wilayah tengah dan selatan Jawa Barat. Karena itu, berbagai kebijakan nasional akan memberikan dampak langsung terhadap perkembangan wilayah tersebut.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program prioritas nasional tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan merupakan investasi sosial yang akan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Peran Media Sangat Penting Melawan Hoaks

Dalam paparannya, Heri Gunawan juga menyoroti pentingnya peran media sebagai bagian dari organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa media memiliki tanggung jawab besar untuk tidak memperkuat penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebaliknya, media diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang menyampaikan informasi secara objektif, mencerahkan, dan mendukung pemahaman masyarakat terhadap berbagai program prioritas nasional.

Dengan penyebaran informasi yang akurat, masyarakat akan lebih mudah memahami tujuan berbagai kebijakan pemerintah sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berlangsung lebih efektif.

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Organisasi Kemasyarakatan

Dalam sesi materi berikutnya, Direktur Organisasi Kemasyarakatan menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pemutakhiran data organisasi kemasyarakatan secara nasional.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat perbedaan yang cukup besar antara jumlah organisasi yang tercatat di Kementerian Hukum dengan data yang dimiliki Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di berbagai daerah. Sebagai contoh, di Jawa Barat terdapat sekitar 123.000 organisasi yang terdaftar di Kementerian Hukum, sementara yang aktif tercatat di Kesbangpol Jawa Barat hanya sekitar 1.777 organisasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah melakukan proses pembaruan data melalui pendekatan top-down dan bottom-up agar seluruh informasi mengenai keberadaan organisasi kemasyarakatan menjadi lebih akurat. Data yang valid diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan pemberdayaan Ormas secara lebih tepat sasaran.

Kisah Sukses Ormas Bina Desa Nusantara Jadi Inspirasi Nasional

Sebagai contoh keberhasilan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, Wahyu Chandra Kusuma memperkenalkan kiprah Ormas Bina Desa Nusantara di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, organisasi tersebut berhasil mengembangkan kawasan wisata Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata yang memberikan pendapatan desa hingga sekitar Rp22 miliar per tahun. Keberhasilan tersebut tidak hanya meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga melahirkan berbagai program inovatif seperti Satu Rumah, Satu Sarjana serta sistem pembagian hasil usaha kepada masyarakat layaknya pemegang saham.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Sinergi Pemerintah, DPR RI, dan Ormas Menjadi Kunci Kemajuan Bangsa

Kegiatan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan di Kota Sukabumi menjadi bukti nyata bahwa pembangunan nasional memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan masyarakat.

Melalui forum seperti ini, organisasi kemasyarakatan memperoleh ruang untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring kemitraan, serta memahami berbagai program prioritas nasional yang dapat mereka dukung di tingkat akar rumput.

Dengan jumlah organisasi kemasyarakatan yang sangat besar di Indonesia, potensi yang dimiliki tentu menjadi modal sosial yang luar biasa apabila diarahkan secara tepat. Melalui semangat kemitraan, pemberdayaan, dan kemandirian, Ormas diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan dan kemajuan Indonesia.

Muhamad Ali

Hello there! I'm Muhamad Ali, S.Tr.A.P., a passionate content creator, photographer, blogger, investor, trader and philanthropist based in Indonesia. Also known as Muhamadqli. Interested in my work? 🎨 Feel free to use my portfolio for editorial or commercial purposes. If you find it helpful, consider supporting through a donation 🤝. Every bit of support means a lot to me. Thank you! 🌟

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama