![]() |
| Acara HUT ke-9 Aliansi Nusantara (Sumber: Dok. Pribadi) |
MUHAMADQLI.COM - Organisasi kemasyarakatan (Ormas) memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat persatuan, memberdayakan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan. Keberadaan Ormas tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya masyarakat yang memiliki visi dan tujuan yang sama, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Hal tersebut kembali terlihat dalam penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Aliansi Nusantara yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru, santunan anak yatim, serta pentas seni budaya mengusung tema "Membangun Daerah, Menjaga Kedaulatan Bangsa."
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Ruang Rapat GBHN, Gedung Nusantara V, Jakarta, menjadi momentum penting bagi Aliansi Nusantara untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya menjadi ajang seremonial, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana Ormas dapat menjalankan fungsi sosial, budaya, dan kebangsaan secara seimbang sesuai amanat peraturan perundang-undangan.¹
HUT ke-9 Menjadi Momentum Memperkuat Komitmen Organisasi
Peringatan ulang tahun organisasi bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi selama sembilan tahun terakhir. Aliansi Nusantara menjadikan peringatan HUT ke-9 sebagai momentum mempererat hubungan antarpengurus, anggota, dan mitra organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan visi serta misi organisasi di masa mendatang. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi atas berbagai capaian yang telah diraih selama organisasi berkiprah di tengah masyarakat.²
Melalui tema "Membangun Daerah, Menjaga Kedaulatan Bangsa," Aliansi Nusantara menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi masyarakat sipil. Organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menyampaikan aspirasi masyarakat, memperkuat persatuan, serta membangun budaya gotong royong. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan organisasi kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.¹
Dihadiri Puluhan Peserta dari Berbagai Unsur
Rangkaian kegiatan dihadiri oleh sekitar 73 peserta yang terdiri atas jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), anggota Aliansi Nusantara, tamu undangan dari instansi pemerintah maupun swasta, serta anak-anak yatim penerima santunan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi yang dibangun organisasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Keberagaman peserta juga mencerminkan bahwa organisasi kemasyarakatan mampu menjadi ruang yang inklusif bagi masyarakat. Selain memperkuat komunikasi internal organisasi, forum seperti ini menjadi sarana memperluas jejaring kemitraan dengan pemerintah maupun sektor swasta dalam mendukung berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas peran organisasi kemasyarakatan di tengah masyarakat.³
Prosesi Pembukaan Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
![]() |
| Acara HUT ke-9 Aliansi Nusantara (Sumber: Dok. Pribadi) |
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Aliansi Nusantara. Seluruh peserta mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap negara sekaligus memperkuat semangat kebangsaan yang menjadi salah satu nilai dasar organisasi.
Setelah pembacaan doa, Ketua Panitia, T. Reny Anggraini, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik. Sambutan tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak terlepas dari kerja sama, gotong royong, dan partisipasi seluruh anggotanya.
Perjalanan Sembilan Tahun Aliansi Nusantara Menjadi Inspirasi
Ketua Umum Aliansi Nusantara, Drs. T. Budiman Soelaiman, MSAB., M.I.Kom., dalam sambutannya menjelaskan perjalanan organisasi selama sembilan tahun terakhir. Ia menguraikan berbagai capaian yang telah diraih, tantangan yang berhasil dihadapi, serta harapan terhadap pengembangan organisasi agar semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Sambutan tersebut dilengkapi dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan organisasi selama sembilan tahun. Dokumentasi tersebut memperlihatkan berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga kontribusi organisasi dalam berbagai bidang. Penyampaian sejarah organisasi menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki, memperkuat identitas organisasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pemotongan Tumpeng dan Penghargaan bagi Pejuang Nusantara
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng dan pemukulan gong yang menjadi simbol dimulainya babak baru perjalanan Aliansi Nusantara. Tradisi tersebut tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga mencerminkan harapan agar organisasi terus berkembang, semakin solid, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Aliansi Nusantara juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Pejuang Nusantara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka terhadap organisasi maupun masyarakat. Pemberian penghargaan menjadi salah satu bentuk motivasi agar anggota terus meningkatkan pengabdian, menjaga integritas, serta memperkuat semangat sukarela dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pelantikan Pengurus Baru Perkuat Konsolidasi Organisasi
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelantikan kepengurusan baru yang meliputi DPW DKI Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan DPC Depok, Kota Bekasi, dan Bogor Raya. Prosesi pelantikan berlangsung secara khidmat sebagai simbol dimulainya masa pengabdian pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi.
Pelantikan kepengurusan memiliki arti strategis karena regenerasi merupakan bagian penting dari keberlangsungan organisasi. Dengan hadirnya pengurus baru, diharapkan Aliansi Nusantara semakin mampu memperluas jaringan organisasi, meningkatkan kualitas program kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional. Prinsip regenerasi yang sehat merupakan salah satu indikator organisasi yang berkembang secara berkelanjutan.³
Santunan Anak Yatim Wujud Nyata Kepedulian Sosial
Selain kegiatan organisasi, Aliansi Nusantara juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan sosial tersebut menjadi implementasi nyata bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Nilai kepedulian sosial merupakan salah satu karakter utama organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Berbagai kegiatan seperti santunan, bakti sosial, donor darah, bantuan bencana, hingga pemberdayaan masyarakat telah lama menjadi bagian dari aktivitas Ormas di berbagai daerah. Melalui kegiatan tersebut, organisasi turut memperkuat semangat gotong royong yang menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia.¹
Pentas Seni Budaya Perkuat Identitas Kebangsaan
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan Tari Saman sebagai pembuka pertunjukan budaya, kemudian dilanjutkan dengan Lenong yang mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta. Kehadiran seni budaya dalam rangkaian acara menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Pelestarian budaya merupakan bagian dari pembangunan karakter bangsa. Pertunjukan seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang memperkuat rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya, serta mempererat persaudaraan antarmasyarakat. Melalui kegiatan budaya seperti ini, organisasi kemasyarakatan ikut berkontribusi dalam menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi yang semakin pesat.⁴
Aliansi Nusantara Perkuat Peran Ormas dalam Membangun Bangsa
Seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-9 Aliansi Nusantara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sesuai agenda yang telah direncanakan. Mulai dari pelantikan pengurus, pemberian penghargaan, santunan anak yatim, hingga pertunjukan seni budaya berhasil memperkuat hubungan antarpengurus, meningkatkan solidaritas organisasi, sekaligus memperluas kontribusi sosial kepada masyarakat.
Ke depan, organisasi kemasyarakatan seperti Aliansi Nusantara diharapkan semakin aktif menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan mengedepankan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, pelestarian budaya, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berdaya saing.
Daftar Sumber
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28E ayat (3) mengenai kebebasan berserikat dan berkumpul.
- Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, berbagai publikasi mengenai pemberdayaan dan kemitraan organisasi kemasyarakatan.
- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

